Uncategorized

Financial check up

Hola.. Pagi tadi aku berkesempatan ikut acara nya The Urban Mama. Tema yang diusung di event kali ini adalah “Healthy Family”. Awal tau ada event ini pas lagi buka-buka twitter karena terjebak macet panjang dari UKI menuju MT Haryono kemaren. Waktu liat flyer nya ternyata Healthy Family ini ngebahas tentang perencanaan keuangan keluarga dengan pembicara Ligwina Hananto. Kenal dong dengan beliau? (

Pas baca milis nya ternyata itu di post udah lama ya, pas mau daftar via sms sempat was-was juga karena tempat terbatas, tapi emang rejeki Alhamdulillah seat masi ada.
Acara dimulai jam 10.00-15.00 WIB. Run down acara nya talkshow tentang keuangan keluarga dengan Teh Wina, dan ada kids corner yang ngadain lomba face painting dari ELC. Hadiahnya buat pemenang pertama satu juta rupiah lhoo. Pas daftar semangat banget ikutin kak miya, tapi sayang pas realisasi papa nya sakit dan ga mungkin bawa kak miya ama suster dan ninggalin papa di apartemen sendirian, jadiiinya aku pergi sendirian kesana.

Soo apa sih yang di sharing sama teh Wina? Coba ya aku simpulkan, mudah-mudahan singkat, padat dan bermanfaat.
1. Ketika kita memulai rumah tangga, ga ada salahnya membuat perjanjian pra-nikah dengan calon suami. Mungkin dianggap tabu, tapi ternyata perlu. Karena perjanjian ini berkekuatan hukum. Dalam perjanjian kita sebutkan mana yang harta istri, mana harta suami, dan mana harta bersama.
2. Cek cash flow keluarga, mana pos penghasilan dan mana pos pengeluaran. Pos penghasilan bisa bersumber dari  gaji, hasil bisnis, sewa property, dividen saham, kupon obligsi dan bunga deposito. Pos pengeluaran  diurut dari pengeluaran terbesar ada cicilan hutang, premi asuransi, rumah tangga, transportasi, anak, keluarga, pekerja, kesehatan dan pribadi.
3. Di pos pengeluaran, ada banyak dana yang harus kita alokasikan. Macem-macemnya tergantung masing-masing orang. Nah bagaimana kita mengelola pendapatan kita agar bisa mengcover total pengeluaran kita? Jawabannya adalah investasi, karena kalau dengan menabung rutin saja tiap bulan tidak dapat mengejar laju inflasi di tahun-tahun kemudian.
4. Oke, kalau kita mau investasi, jenis investasi apa sih yang cocok? Investasi ada macem-macem. Bisa deposito,  logam mulia, instrument keuangan seperti saham dan reksadana, investasi property, beli obligasi, dll. Ketika mau memulai investasi, tinjau kembali “tujuan lo apa”? Hahaa.. jargon ini Ligwina banget ya. Kalau tujuan jangka panjang, boleh investasi di instrument saham dan property. Kalau jangka pendek, bisa coba deposito, logam mulia atau reksadana.
5. Intinya, biasakan untuk meyisihkan dana untuk investasi lebih dulu dan pastikan total semua pengeluaran tidak lebih dari 40% total pendapatan.

Untuk tahun 2014 ini, Alhamdulillah aku udah buat annual budget di 2014. Jadi aku hitung dulu annual income aku dan suami dan buat annual expenses nya.  Sebenarnya pendapatan dan pengeluarannya ada yang bulanan dan ada tahunan. Tapi karena ini budget jadi aku itungnya setaun.
Annual income kita yang cuma pekerja ini pasti nya bersumber dari :
1. Gaji bulanan di setahunkan (angka gaji yang dipakai untuk hitung-hitungan adalah salary adjustment karena kenaikan gaji dan promotion)
2. THR
3. Bonus

Hitungan kasar annual expense nya :
1. Perpanjangan STNK Mobil dan Motor
2. Cicilan mobil dan motor
3. Premi asuransi jiwa
4. THR untuk pekerja dan keluarga
5. Zakat
6. Qurban Ied Adha
7. Pengeluaran rutin rumah tangga seperti gaji pekerja dan grocery shopping.
Tahun ini aku menambahkan poin :
8. Dana pendidikan anak
9. Dana darurat
10. Birthday celebration
11. Year end sale
12. Vacations

Tahun ini, April nanti Almeera tepat satu tahun. Emaknya udah pusing mikirin dia mau sekolah dimana dan duitnya darimana. Ternyata emang kebukti dari talkshow tadi, pengeluaran yang perlu perhatian khusus adalah dana pendidikan.  Pas aku liat kalkulasi dana pendidikan, angkanya emang fantastis. Nilai yang harus keluar mulai dari TK sampe S-1 18 tahun kemudian dari tahun ini, jumlahnya mencapai 2,6 milyar di future value kan. Kebayang ga sih 2,6M itu buat satu anak loh. Mau nabung berapa rupiah per bulan supaya bisa mencapai angka segitu di 18 tahun mendatang?

Jadii, mulai tahun ini, aku dan suami udah commit nambah satu pos lagi untuk biaya pendidikan Almeera. Pengeluaran paling dekat untuk Almeera adalah biaya TK dan SD. Which is aku dan suami  cuma punya waktu sampai 5 tahun untuk siapin dananya. Investasi sekarang Alhamdulillah udah cocok dengan tujuan finansial kita yaitu di reksadana dan logam mulia karena resikonya masih kecil. Mungkin nanti mau coba ke instrument saham untuk biaya kuliahnya karena itu emang tujuannya untuk jangka panjang. InsyaAllah ada rejeki ya kak, mama papa bisa mulai cicil biaya kuliah dari sedini mungkin.
Mengenai dana darurat, sebenarnya kita punya satu account bank yang kita jatahin saldo minimalnya harus sekian. Gatau deh apa ini bisa disebut  dana darurat apa engga. Atas saldo itu kita mau convert ke logam mulia lagi awalnya. Tapi ternyata, suami harus masuk rumah sakit karena gejala typus/dbd. Dirawatnya cuma 3 hari dengan kelas I di RS Islam Cempaka Putih. Tapi total tagihannya 7 juta ajaaaa. Berasa banget deh ngeluarin uang segitu, karena suami asuransinya ga pake kartu RS, dan system di kantornya reimbursement dan ada plafonnya. Diganti sihhh.. tapi sempat mengganggu tujuan finansial yang lain. Akhirnya kita sepakat untuk ngebuat asuransi baru untuk suami yang ada fasilitas RS nya.

Nah, untuk yang poin 10, 11, 12 ini tentative yaa. Kalau ada rejeki dan bisa saving untuk pos ini Alhamdulillah banget ya Allah. Sebenarnya pengeluaran-pengeluaran ini tahun kemarin ada. Tapi ga dibudgetin dan sempat bikin cashflow kita terganggu. Hahaaa.

Sebenarnya, aku dan suami yang belum 2 tahun menikah, masih dalam tahap berjuang bersama-sama untuk kesejahteraan keluarga kami. Dan baru tahun ini bikin budget tahunan. Waktu masih belum punya anak, semua berkecukupan, even pas hamil, yang biaya ga sedikit seperti konsul bulanan ke obgyn dan vitamin-vitamin, semua nya di cover kantor. Aku harus kasih empat jempol deh untuk kantor aku yang employee benefit nya ga kira-kira =D

At least, ga ada salahnya loh bikin annual budget ini. Keuntungannya mendisiplinkan diri kita juga. Aku juga masih belajar untuk nabung dan investasi. Kalau udah bikin annual budget gini, kayaknya token dan kartu kredit pengen dibuang jauh-jauh deh =p. Mumpung masih January nih, yuk financial check up. Sudah sehatkah keuangan keluarga kita?

Advertisements

2 thoughts on “Financial check up

  1. klo ak annual expensenya ada deposit box 🙂 tp kynya sejak tahun ini mau nambah bday celebration buat raya juga..kerasa ganggu klo cashflow klo ga disiapin hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s