almeera #dinarathe1st

Facing Almeera’s tantrum

For honest, aku ga pernah mengira bawa I have to deal with tantrum this fast. Karena pernah baca kalo tantrum itu normally dialami sama toddler umur 2-5 tahun.

Nah, sebelumnya apa sih tantrum itu? Tantrum itu adalah perilaku marah pada anak-anak yang ditandai dengan meraung, menendang, memukul karena anak-anak belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa frustasi mereka karena keinginannya belum terpenuhi.

Yang aku alami sekarang, terdefinisikan dengan jelas di paragraf diatas. Hanya saja Almeera tidak sampai menendang dan memukul. Nah, belakangan ini Almeera selalu susah untuk diboboin. Puncaknya adalah dua malam yang lalu dia ga mau tidur dan nangis kejer sampe dua jam. Padahal itu udah jam 12 malem dan kita harus bangun jam 3 buat sahur, bener-bener menguras tenaga tapi alhamdulillah emosi aku dan suami bisa dikendalikan. Kalo Almeera udah begini, semua jadi serba salah. Di pukpuk ga mau, di gendong ga mau, digeser aja badannya, suaranya naik beberapa oktaf. Aku dan suami paham, kalau dia udah sangat ngantuk tapi ga rela buat tidur dan anak umur segini juga belum ngerti diajak negoisasi.

So, what I have done?
1. Membiarkan dia nangis kejer sampe calm down sendiri tanpa meninggalkannya. My presence in silence such allow her to crying out loud. Pokoknya diem aja sampe dia capek.
2. Setelah emosinya stabil, aku kasih susu. Karena pasti dia haus dan capek setelah mengeluarkan tenaga ekstra buat nangis.
3. Nah pas dia minum susu baru deh diajak ngobrol dengan lembut, kasih pujian dulu ke dia kalau dia diem kayak gini mama papa nya seneng dan dia terlihat lebih manis. Biasa nya setelah ini aku ajak ngobrol nanya kenapa dia nangis kejer kayak gitu. Sambil diajak ngobrol dan diusep-usep kepalanya, eh dia langsung tidur.

Dari yang aku baca di forum-forum parenting, ada beberapa tips yang perlu di highlights.
1. Ketika anak tantrum, orang tua juga harus mengendalikan emosinya. Apalagi yang dihadapi anak umur setahun dua tahun. Kalo tantrum nya di public area, langsung bawa si anak ke tempat sepi. Soalnya kalo ditempat rame, banyak yang liatin, yang diliatin bukan cuma anak nya, emaknya juga pasti diliatin dengan tatapan seolah-olah emaknya ga bs handled. Dari pada orang tua ikut frustasi, lebih baik langsung bawa ke tempat sepi.
2. Jangan mengalihkan perhatian anak dengan mainan atau makanan ketika tantrum. Katanya pola seperti ini cenderung mencetak anak yang suka cari pelampiasan karena tidak terbiasa menyelesaikan emosinya sendiri.

image

Semoga kamu cepet melewati masa masa tantrum ini ya anak cantik 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s