aldebaran #dinarathe2nd

Assalamualaikum Aldebaran

Another late post lagi =p

Please give a warm welcome to my baby boy. Andi Aldebaran Afif Dinara. Sesuai namanya, semoga dia bisa menjadi pemimpin yang bersinar terang dan bisa menjaga diri dan keluarganya. Saya mau cerita sedikit yah pengalaman melahirkan anak kedua disini =)

20150720_172609[1]

20150723_075537[1]

IMG-20150720-WA0000[1]
Enter a caption

IMG-20150720-WA0002[1]

IMG-20151106-WA0002[1]

image

image

image

Selalu ada cerita yang berbeda antara melahirkan anak yang satu dengan yang lainnya. Seperti proses kehamilan pun, antara si kakak dan adek juga tidak sama. Setelah menimbang banyak hal, akhirnya saya memutuskan untuk cuti dua minggu lebih awal dari tanggal kemungkinan partus yaitu 15 Juli 2015. Harapannya sih semoga si adek mau keluar lebih cepat dari due date, dan dengar dari beberapa orang, kalau anak kedua dan seterusnya, proses pembukaannya cepat sekali. Takut aja kalau tiba-tiba mules disaat suami lagi di luar kota.

Jadi, waktu cuti saya habiskan untuk bermain dengan Almeera. Saya benar-benar memanfaatkan waktu dengannya, melakukan apa saja yang dari dulu sudah menjadi to-do-list (baca disini) dan bisa dilakukan di rumah tentunya. Singkat cerita, tanggal 18 Juli jam 10 pagi, saya sudah masuk RS dan ditempatkan di ruang observasi. Tanggal 19 Juli jam 16.30 akhirnya RS menyiapkan tim operasi untuk saya. Akhirnya saya memilih Caesar, tentunya saya sudah melewati berbagai hal dan sudah memikirkan nya dengan matang selama dua hari berada di kamar observasi dan saya skip opsi induksi atas pilihan pribadi. Ini adalah operasi besar pertama saya. Jujur saya deg-degan. Karena operasinya tidak terencana, saya ga sempat tuh puasa dulu sebelum operasi. Sebelum operasi, saya di cek macem-macem, dilihat rekam medis nya sampai akhirnya dibawa ke ruang operasi. Ruangannya dingin dan super terang. Berkali-kali dokter anestesi meminta saya rileks. Bukannya ga bisa rileks, tapi ketika mau disuntik epidural di punggung aja saya masih berasa kontraksi dan pengen pipis. Beliau bilang tahan aja pipis nya karena setelah suntik saya ga akan berasa apa-apa lagi. Baiklah.

Ga berapa lama, dokter anestesi (kalau ga salah namanya dr.Reza) mencubit-cubit pinggang dan kaki saya buat cek bius nya udah bekerja apa belum. Setelah semua oke, jam 19.00 dr.Finekri dan asistennya bekerja ngebedah perut saya, sementara saya dengerin musik dari handphone si dokter supaya rileks. 15 menit kemudian, Alhamdulillah si adek diangkat dan langsung nangis kejer. dr.Finekri bilang kepala anak saya diameternya cukup gede sementara lubang rahim saya kecil, ini yang menyebabkan kepala si bayi susah turun dan pembukaan mentok. Ditambah lagi BB bayi yang besar 3.4kg. Bukan mencari pembenaran tapi alhamdulillah saya memutuskan caesar karena ternyata ketubannya sudah berwarna hijau. Saya juga sempat IMD kok walaupun ga selama Almeera.

Setelah operasi selesai, saya dibawa keruang pemulihan. Badan saya ditutupi dengan, apa yah namanya seperti plastik aluminium untuk menghangatkan badan saya yang menggigil. Saya ga boleh minum padahal haus, beda banget pas lahirin Almeera yang prosesnya normal, setelah tim dokter keluar, dikasih teh manis bergelas-gelas supaya ada tenaga.

Diruang pemulihan, suster secara berkala memeriksa, dan saya latihan menggoyangkan telapak kaki dan menekuk lutut pelan-pelan. Jam 12 malem baru saya diperbolehkan masuk ke kamar saya, dan dijanjikan boleh minum keesokan paginya.

Memang benar adanya kalau proses melahirkan normal itu cepat sekali pemulihannya. Waktu anak pertama, saya sudah bisa jalan bolak balik di kamar inap. Yang sekarang harus bertahap. Saya bisa duduk tegak sekitar 12 jam setelah operasi. Itu pun masih kliyengan. 3 jam setelahnya sudah disuruh berjalan dengan dituntun. Ga sampai 24 jam saya sudah disuruh mandi ke kamar mandi. Walaupun lebih lama dari persalinan normal, melahirkan dengan caesar ga semengerikan yang saya duga kok. Entah karena dikasih pain killler, saya tidak merasakan nyeri yang luar biasa, sakit nya cuma kayak sakit luka biasa. Malahan lebih sakit sisa kontraksinya.

Anyway, akhirnya setelah merasakan proses persalinan normal dan caesar, saya berkesimpulan dua-duanya punya perjuangan sendiri-sendiri. Bagaimanapun caranya, yang penting anak nya sehat wal’afiat. Assalamualaikum Aldebaran =)

Advertisements

2 thoughts on “Assalamualaikum Aldebaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s